Kategori
Belanja Online

Mengenal Atome Paylater

Hai Atomees!

Sebagai pengguna setia Atome, kamu pasti sudah tidak asing dengan Atome PayLater kan? Sebenarnya apa sih Atome PayLater?

Atome PayLater merupakan layanan keuangan yang membantu mu untuk memenuhi kebutuhan pembelian saat ini dengan menunda pembayarannya kedalam jangka waktu tertentu dan wajib dilunasi.

Bayangkan jika kamu akan membeli smartphone seharga 12 juta, tapi tidak perlu mengeluarkan nominal sebesar itu di awal. Cukup membayar 2 juta per bulan selama 6 bulan, maka smartphone impian ada di tangan mu!

PayLater memberikan kemudahan dalam mengelola keuanganmu karena pembayaran dapat dicicil selama beberapa bulan sesuai nominal yang kamu ajukan, pastikan dengan kemudahan ini kamu tepat dalam melunasinya ya Atomees! Karena utang yang kamu miliki akan tercatat di riwayat kreditmu yang ada di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

Ada baiknya sebelum mengajukan Atome PayLater, kamu harus memastikan

3 hal yang perlu kamu perhatikan jika mau mengajukan PayLater

  1. Tingkat Urgensi Pembelian, Apakah kamu sangat membutuhkan pembelian tersebut? Atau bisa ditunda dilain waktu?
  2. Besar cicilan, pastikan kamu mengetahui besar bunga, denda dan tanggal jatuh tempo dari PayLater yang akan kamu ajukan.
  3. Biaya lain-lain, pastikan apakah ada biaya lain yang kamu terima ketika menggunakan PayLater tersebut.

PT Mega Shopintar Indonesia bekerja sama dengan PT Atome Finance Indonesia yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Hubungi Atome melalui:

Instagram: @Atome.id

CS Atome Paylater & Cash: 021-50251717

CS Atome Card: (021) 50711722

Email Atome : support@atome.id

Kategori
Belanja Online

Tips bijak menggunakan cicilan kredit seperti Atome

Kini belanja berbagai kebutuhan dan barang impian semakin mudah dengan hadirnya layanan buy now pay later seperti Atome. Harga barang semahal apapun bisa terbeli saat ini juga, meskipun total dananya belum cukup sepenuhnya. Karena dengan menggunakan layanan pay later, seseorang bisa membayar tagihannya dengan cara mencicilnya tiap bulan. Tetapi di luar kemudahan tersebut, kehadiran pay later terkadang juga bisa menjadi bumerang bagi sebagian orang. Mulai dari kebiasaan boros, kalap belanja, hingga cicilan yang menunggak dan tak terbayar. Alhasil, fasilitas pay later yang seharus memudahkan justru menjadi ancaman dan bahkan merugikan. Beberapa orang pun takut berurusan dengan pay later dan enggan menggunakannya walau benar – benar membutuhkan. Padahal, yang menjadi masalah bukanlah aplikasi pay later tersebut, melainkan pengguna yang memakai layanannya.

Memanfaatkan cicilan kredit bisa menjadi untung atau buntung sangat tergantung pada bagaimana seorang individu menggunakannya. Kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan asal tetap menggunakannya secara bijak. Sebaliknya, jika menggunakannya secara sembarangan, maka bersiap – siaplah menghadapi kerugian yang akan datang. Berikut tips bijak menggunakan aplikasi pay later atau fasilitas cicilan kredit seperti Atome yang bisa kamu coba.

1. Selektif Memilih Aplikasi Pay later

Sebelum memutuskan untuk menggunakan layanan pay later, pastikan memilihnya secara teliti dan selektif. Tiap aplikasi pay later menawarkan layanan serupa, namun dengan detail penawaran yang berbeda. Ada yang menawarkan cicilan dengan bunga ringan, namun ada juga yang tingkat suku bungannya cukup memberatkan. Belum lagi dengan adanya tambahan biaya administrasi, tenor cicilan yang singkat, dan lain lainnya.

Pastikan memilih layanan pay later yang paling memudahkan sesuai kebutuhan. Seperti Atome yang punya banyak keunggulan, di antaranya:

  • Cara pendaftaran yang cukup mudah. Cukup menggunakan KTP, email, dan nomor HP aktif tanpa melampirkan slip gaji atau dokumen lainnya.
  • Fasilitas cicilan 0% (tanpa bunga), sehingga jumlah tagihannya sama dengan total transaksi yang kamu habiskan.
  • Tanpa DP dan biaya admin yang memberatkan.
  • Tenor cicilan cukup lama, yaitu dari 1 hingga 12 bulan untuk memudahkan pengguna dalam mencicil nominal tagihan yang lumayan besar.
  • Telah bekerjasama dengan 6.500 lebih merchant dari berbagai kategori. Mulai dari merchant elektronik, fashion, kecantikan, kebugaran, peralatan rumah tangga, home decor, dan masih banyak lagi yang lainnya.

2. Gunakan Fasilitas Cicilan Sesuai Kemampuan

Ingat, sistem pay later bukanlah hadiah gratisan yang menghindarkanmu dari kewajiban membayar. Artinya, ketika telah berhasil transaksi barang impian, kamu tetap harus membayarnya dengan sistem cicilan. Karena itulah, pastikan untuk senantiasa menggunakan fasilitas cicilan sesuai kemampuan. Ingat rumus financial planning paling utama, yaitu jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pemasukan. Pastikan besarnya cicilan bulanan tidak melebihi kemampuanmu membayar. Untuk memastikan hal ini, ada beberapa langkah sederhana yang bisa kamu lakukan, di antaranya:

  • Lakukan budgeting bulanan. Hitung berapa pemasukan rutin yang kamu dapatkan setiap bulannya. Lalu tentukan daftar pengeluaran yang biasa kamu habiskan dengan uang tersebut. Agar lebih teratur, kamu juga bisa menerapkan persentase budgeting sesuai kebutuhan. Misalnya, rumus 60:30:10 untuk kebutuhan pokok, hiburan, dan tabungan. Lalu tentukan nominal maksimal untuk cicilan bulanan yang bisa kamu bayarkan, tergantung cicilan tersebut masuk kebutuhan pokok atau hiburan.
  • Penuhi batasan pengeluaran yang telah dibuat. Jika sejak awal sudah menentukan berapa nominal terbanyak untuk membeli kebutuhan tertentu, pastikan untuk mematuhi batasan tersebut. Jangan sampai transaksi terlalu banyak hingga jumlah tagihannya melebihi batas nominal yang telah kamu tetapkan.
  • Evaluasi pengeluaran bulanan.  Selain membuat budgeting awal bulan, analisa juga bagaimana proses penerapannya selama satu bulan. Cek barangkali ada kebutuhan yang belum ter-cover dalam catatan atau jumlah pengeluaran yang melebihi batasan. Lakukan evaluasi ini untuk menentukan budgeting berikutnya yang lebih sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.

3. Disiplin Bayar Tagihan

Salah satu habit penting pengguna pay later adalah disiplin membayar tagihan. Pastikan untuk menyelesaikan semua tagihan tepat waktu sebelum tanggal jatuh tempo berakhir. Jangan sampai terkena sanksi denda yang justru biasanya hal inilah yang akan membuat total tagihan membengkak. Apalagi, persentase denda pay later biasanya terakumulasi secara harian atau mingguan. Tentu nilainya cukup besar dan semakin menambah beban. Khusus pengguna Atome, kamu akan mendapatkan reminder melalui aplikasi dan SMS setiap H-3 sebelum tanggal jatuh tempo. Manfaatkan notifikasi tersebut untuk segera membayar cicilan atau langsung lunasi semua tagihan jika memiliki dana yang cukup.

4. Belanja Di Waktu Paling Menguntungkan

Untuk menghemat pengeluaran dan total tagihan, lakukan trik belanja hemat dengan membeli barang di waktu yang paling menguntungkan. Kapan waktunya? Salah satunya ketika toko atau brand bersangkutan mengadakan promo spesial. Diskon 10-20% tentu menguntungkan daripada tidak mendapatkan sama sekali. Karena itulah, update informasi promo terbaru dari brand favoritmu dan belanja saat promo itu berlangsung.

Misalnya saja, ketika ingin membeli baju baru di Matahari. Daripada langsung impulsif membelinya saat kebetulan jalan – jalan ke mal, lebih baik belanja ketika ada diskon atau promo spesial lainnya. Ikuti semua media sosial Atome untuk mengetahui info promo terbaru dari berbagai merchant yang bekerjasama. Update infonya melalui Instagram, Facebook, YouTube, serta menu voucher dan virtual banner di aplikasi Atome. Cek secara berkala agar tidak ketinggalan infonya.

5. Jangan Gunakan Banyak Aplikasi Pay later Sekaligus

Setia itu memang mahal harganya. Tapi kesetiaan membawa banyak keuntungan dan manfaat, termasuk ketika setia pada satu layanan pay later. Jangan sampai menduakan aplikasi pay later jika tidak ingin kena getahnya. Dengan setia pada satu layanan pay later, tentu kamu hanya berkewajiban menyelesaikan satu tagihan cicilan setiap bulannya. Jika sampai menggunakan 2-3 aplikasi sekaligus, jumlah tagihannya otomatis berlipat hingga 2 sampai 3x. Nominal cicilan semakin banyak dan kamu pun bisa jadi semakin keteteran untuk menyelesaikannya.

Belum lagi dengan adanya perbedaan sistem cicilan dari masing – masing aplikasi. Mulai dari metode pembayaran, tanggal jatuh tempo, biaya administrasi, dan lain lainnya. Tentu sangat rawan terjadinya kesalahan transaksi, kekeliruan pembayaran cicilan, hingga tanpa sadar telah melewati tanggal jatuh tempo yang ditentukan. Total tagihan pun bertambah dan kamu jadi semakin kesulitan membayarnya. Untuk menghindari hal ini, pastikan hanya setia pada satu aplikasi. Cukup gunakan satu aplikasi pay later yang memberi banyak kemudahan dan tak perlu menambah – nambah tagihan dari layanan pay later lainnya.

Tetap setia gunakan Atome untuk mendapatkan banyak kemudahan belanja dari 6.500 lebih merchant yang bekerjasama, termasuk Matahari. Nikmati fasilitas cicilan 0% tanpa tambahan bunga, DP, dan biaya admin. Cukup bayar tagihan sesuai nominal transaksi dengan tenor cukup lama, yaitu selama 1 sampai 12 bulan. Supaya lebih hemat, belanja saat ada promo spesial yang menawarkan banyak diskon menguntungkan.  Makanya, download dan gunakan Atome sekarang juga untuk mendapat semua keuntungan itu. Pastikan menggunakannya secara bijak agar terhindar dari kebiasaan boros yang merugikan. Jangan sampai kemudahan layanan pay later justru menjadi dalih yang membuatmu konsumtif dan merugikan diri sendiri.

Kategori
Belanja Online

Tebas Tuntas Ketakutan Soal Aplikasi Pay Later

Kehadiran aplikasi pay later menimbulkan banyak pro kontra di kalangan masyarakat. Beberapa orang menilai aplikasi tersebut menjadi penyelamat saat kondisi terdesak. Khususnya saat ingin memenuhi berbagai kebutuhan urgent dan barang impian. Karena pengguna tak perlu mengeluarkan uang terlebih dahulu. Cukup bayar tagihannya di belakang dengan cara mencicilnya. Namun, ada pula yang menganggap sistem bayar di belakang ini bisa menimbulkan banyak masalah. Yuk, kita pelajari lebih tuntas di sini.

Ketakutan – Ketakutan Soal Aplikasi Pay Later

Beberapa orang enggan menggunakan aplikasi pay later karena takut terlilit banyak hutang dengan suku bunga tinggi. Belum lagi jika sampai telat membayar dan harus membayar denda yang cukup besar. Ada pula yang menganggap layanan buy now pay later ini mendorong gaya hidup konsumtif yang bikin penggunanya semakin boros. Padahal, semua ketakutan tersebut tak akan terjadi selama Anda memilih aplikasi pay later yang tepat dan menggunakannya secara bijak. Bagaimana caranya? Tebas tuntas ketakutan soal pay later beserta solusinya berikut ini.

1. Takut Bunga Mencekik

Banyak orang takut menggunakan pay later karena adanya tambahan bunga yang harus dibayar. Ketika membayar tagihan pay later bukan hanya sejumlah nominal transaksi tapi juga ditambah dengan persentase bunga yang berlaku. Apalagi, kebanyakan aplikasi pay later menerapkan bunga lebih tinggi daripada kartu kredit konvensional. Belum lagi jika ada tambahan uang muka atau biaya admin lainnya. Total pengeluaran jadi lebih banyak dan memberatkan.

Solusi: Gunakan aplikasi pay later dengan cicilan 0% alias tanpa bunga sama sekali. Memangnya ada? Tentu saja ada! Gunakan aplikasi Atome yang memberikan fasilitas cicilan 0% tanpa tambahan DP atau biaya admin lainnya. Cukup bayar tagihan sesuai nominal transaksi. Masa angsuran tagihan Atome juga cukup panjang, yaitu sekitar 3 atau 6 bulan. Jadi, Anda punya waktu lebih untuk menyiapkan pembayaran tagihan.

2. Takut Telat Bayar

Umumnya, aplikasi pay later menerapkan metode pembayaran tagihan dengan cara cicilan per bulan. Pengguna wajib membayarnya tepat waktu sebelum jatuh tempo berakhir. Jika terlambat dari tanggal tersebut, maka pengguna akan dikenakan denda keterlambatan. Lagi – lagi, banyak orang takut lupa bayar dan khawatir jika nantinya harus membayar denda yang cukup tinggi.

Sebenarnya tak perlu merisaukan hal ini. Idealnya, pengguna pay later memang wajib membayar tagihan tepat waktu. Jika sampai terlambat membayar, maka sudah menjadi resikonya untuk bayar denda. Namun, beberapa orang kadang lupa membayar tagihan tanpa sengaja. Entah karena lupa tanggal atau lupa kalau masih punya tagihan.

Solusi: Gunakan layanan pay later yang menyediakan reminder pembayaran tagihan secara otomatis. Seperti Atome yang rutin mengirim push notification via SMS dan aplikasi setiap 3 hari sebelum tanggal jatuh tempo berakhir. Jadi, pengguna tidak akan terlupa kalau masih ada cicilan yang harus diselesaikan. Anda pun bisa mengakses rincian tagihan secara praktis lewat aplikasi. Cara pembayarannya juga mudah. Cukup bayar melalui virtual account (VA) melalui ATM, m-banking, atau internet banking melalui HP. Jika ingin membayar total tagihan sekaligus juga bisa. Jadi, tidak perlu menunggu bulan berikutnya untuk melunasi cicilan.

3. Penyalahgunaan Data

Tak jarang, beberapa orang juga takut data – data pribadinya tersebar atau disalahgunakan karena mendaftar aplikasi di smartphone, termasuk layanan pay later. Apalagi, dalam mendaftar aplikasi ini biasanya dibutuhkan informasi data diri dengan melampirkan foto KTP beserta swafoto untuk verifikasi. Beberapa orang pun takut jika data – datanya itu jatuh ke tangan yang salah.

Solusi: Untuk menyiasati hal ini, pastikan Anda mendaftar aplikasi pay later terpercaya yang melindungi data privasi pengguna seperti Atome. Atome memahami betapa pentingnya keamanan data – data Anda, sehingga Atome memastikan semua informasi pribadi yang Anda berikan terlindungi dengan aman.

Cek Kebijakan Privasi pada aplikasi atau halaman website Atome untuk mengetahui bagaimana perlakuan Atome terhadap data – data Anda. Mulai dari mengumpulkan, menggunakan, menyimpan, dan melindungi data pribadi Anda. Informasi Anda tidak akan diberikan kepada siapapun kecuali jika memang dibutuhkan oleh otoritas pengawas yang berwenang sehubungan dengan pengajuan Anda. Jadi tidak perlu takut data – data Anda tersebar.

Atome adalah layanan pay later terkemuka dan terpercaya yang telah hadir di 8 negara. Mulai dari Singapura, Malaysia, Hong Kong, Vietnam, Filipina, Thailand, Tiongkok, dan Indonesia. Tentu keberhasilan ekspansi tersebut tidak terlepas dari kualitas layanan yang diberikan, termasuk dalam melindungi data privasi pengguna.

4. Takut Boros Atau Ketagihan Belanja

Kemudahan yang ditawarkan layanan pay later kerap membuat penggunanya ketagihan belanja, karena tidak perlu memikirkan biaya. Beberapa orang pun tidak memfilter barang – barang yang dibelinya, apakah termasuk kebutuhan penting atau sekadar keinginan sesaat. Yang penting  belanja atau checkout terlebih dahulu, nanti urusan bayar dipikir belakangan. Hingga akhirnya pengguna pay later tak sadar tagihannya membengkak saking banyaknya pengeluaran.

Solusi:Sebenarnya yang menjadi masalah bukanlah aplikasi pay later, akan tetap habit dari pengguna itu sendiri. Aplikasi pay later bukanlah layanan yang serta merta menyebabkan penggunanya boros atau ketagihan belanja. Karena semua kendali tetap berada di tangan para penggunanya itu sendiri. Jadi, tetap gunakan secara bijak dan terkontrol. Tentukan budgeting bulanan sesuai kebutuhan dan kemampuan. Jangan sampai belanja hingga cicilannya melebihi anggaran yang bisa Anda bayarkan. Pastikan juga untuk senantiasa mempertanyakan apakah barang yang akan Anda beli termasuk kebutuhan penting atau tidak. Selain itu, pintar – pintarlah mencari aplikasi merchant dengan harga lebih hemat atau promo menarik yang menguntungkan.

Begitu juga dengan memilih aplikasi pay later. Jangan asal menggunakan aplikasi yang menyediakan layanan buy now pay later. Tapi cari tahu juga apakah aplikasi tersebut sering memberikan promo menarik bagi penggunanya. Seperti Atome yang aktif mengadakan promo dan memberikan voucher diskon eksklusif dari 5.000 lebih merchant yang bekerjasama. Bahkan, jika pertama kali menggunakan Atome, Anda berhak mendapat welcome voucher hingga 50% dengan minimal transaksi Rp 100.000. Bukannya bikin boros, tapi justru bisa belanja lebih hemat dan menguntungkan.

Ternyata aplikasi buy now pay later tak semenakutkan yang banyak orang kira. Anda tetap bisa mengontrol penggunaannya agar tidak boros dan kecanduan. Justru pengguna aplikasi pay later bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan. Mulai dari solusi memenuhi kebutuhan urgent dan berbagai barang impian hingga memudahkan pengelolaan uang bulanan. Tentunya, Anda bisa merasakan semua manfaat tersebut jika memilih aplikasi pay later yang tepat. Karena itulah, jangan pilih aplikasi pay later sembarangan! Pastikan Anda memilih aplikasi terpercaya dan mempelajari semua ketentuan yang berlaku.

Atome adalah aplikasi pay later terkemuka yang telah hadir di 9 negara Asia Tenggara dan Cina. Layanannya juga sangat menguntungkan, karena Anda bisa menikmati fasilitas cicilan 0% hingga 3 atau 6 bulan tanpa DP dan tanpa biaya admin. Bahkan, Anda berkesempatan mendapatkan banyak promo menarik dari 5.000 lebih merchant yang bekerjasama. Jadi, tunggu apa lagi? Download aplikasi Atome sekarang dan dapatkan banyak manfaatnya.

Materi ini dibuat atau dikeluarkan oleh PT AFI

Kategori
Belanja Online

Kartu Kredit VS Buy Now Pay Later, lebih untung mana?

Tren pembayaran kredit kini semakin digemari karena menawarkan begitu banyak kemudahan. Mulai dari layanan kartu kredit perbankan, hingga yang populer sekarang adalah penggunaan aplikasi buy now pay later. Dengan kedua layanan kredit tersebut, pengguna bisa berbelanja berbagai kebutuhan dan barang impian tanpa perlu mengeluarkan uang saat itu juga. Nah, berbicara tentang layanan kredit ini, ternyata banyak orang mengira aplikasi Buy Now Pay Later itu sama dengan kartu kredit konvensional. Padahal, keduanya memiliki beberapa perbedaan yang wajib kamu pertimbangkan sebelum menggunakannya. Apa sajakah itu? Simak ulasan berikut.

Persamaan Kartu Kredit Dan Aplikasi BNPL

Persamaan utama kartu kredit dan aplikasi Buy Now Pay Later terletak pada jenis layanan yang ditawarkan, antara lain:

  • Sama – sama merupakan layanan kredit yang memungkinkan penggunanya untuk membeli berbagai jenis barang sekarang dan menunda pembayaran.
  • Sama – sama menawarkan fasilitas cicilan hingga beberapa bulan untuk membeli berbagai produk di merchant – merchant yang bekerjasama dengan penyedia layanan.
  • Sama – sama menerapkan denda keterlambatan jika pengguna terlambat membayar tagihan.
  • Sama – sama menyediakan promo menarik hasil kerjasama dengan merchant.

Perbedaan Kartu Kredit Dan Aplikasi BNPL

Meskipun terdapat persamaan, namun ternyata layanan kartu kredit dan aplikasi Buy Now Pay Later juga memiliki beberapa perbedaan. Mulai dari penyedia, syarat pendaftaran, hingga beberapa ketentuan terkait biaya, suku bunga, limit kredit, dan lain lainnya. Berikut penjelasan selengkapnya.

1. Penyedia

Penyedia kartu kredit konvensional adalah lembaga perbankan. Sedangkan layanan buy now pay later disediakan oleh institusi non-bank yang bekerjasama dengan perusahaan teknologi finansial.

2. Biaya

Salah satu biaya yang dibebankan kartu kredit maupun aplikasi Buy Now Pay Later adalah denda keterlambatan. Sejak Juni 2021, Bank Indonesia mengatur denda keterlambatan kartu kredit yaitu 1% dari outstanding atau maksimal Rp 100.000. Sementara denda keterlambatan aplikasi Buy Now Pay Later berbeda – beda. Ada yang menerapkan persentase denda sebesar 0,1% per hari, Rp 2.000 per hari, hingga 3% dari total tagihan.

Selain itu, hampir semua kartu kredit menerapkan biaya tahunan mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per tahun. Sementara aplikasi Buy Now Pay Later biasanya tidak membebankan biaya tahunan.

3. Suku Bunga

Suku bunga jasa kartu kredit telah diatur Bank Indonesia. Yang mana, per tanggal 1 Mei 2020 lalu, semua layanan kartu kredit harus menerapkan suku bunga maksimal sebesar 2% per bulan. Sementara layanan paylater tidak memiliki aturan tersebut. Sehingga suku bunga antar penyedia layanan Buy Now Pay Later berbeda – beda. Ada yang menerapkan suku bunga 2,14%, 2,5%, hingga 2,9% per bulan. Semakin tinggi suku bunganya, tentu semakin menambah berat beban tagihan bulanan. Untungnya, sekarang ada aplikasi Buy Now Pay Later yang tidak menyediakan fasilitas cicilan 0% alias tanpa bunga sama sekali, seperti yang ditawarkan Atome. Jadi, pengguna cukup membayar tagihan sesuai nominal transaksi.

4. Kriteria Kelayakan

Kartu kredit menerapkan credit score secara ketat untuk menilai apakah seorang nasabah layak mendapatkan layanan kredit atau tidak. Biasanya hal ini dilihat dari jenis pekerjaan, lamanya bekerja jumlah penghasilan per bulan, status pernikahan, dan lain lain. Umumnya, penyedia kartu kredit mensyaratkan minimal gaji nasabah yaitu Rp 3 juta per bulan. Karena itulah, syarat pengajuan kartu kredit harus melampirkan beberapa dokumen penting, seperti NPWP, slip gaji, dan lain sebagainya. Sedangkan aplikasi Buy Now Pay Later cenderung lebih fleksibel dan tidak menerapkan kriteria tersebut. Umumnya hanya mensyaratkan minimal usia 17 tahun dan telah memiliki KTP.

5. Limit Kredit

Limit atau batas pinjaman kartu kredit umumnya lebih besar daripada aplikasi Buy Now Pay Later. Namun, limit kartu kredit disesuaikan dengan penghasilan pemegang kartu. Biasanya berkisar mulai Rp 3 juta hingga ratusan juta rupiah. Sedangkan limit pay later cenderung lebih fleksibel dengan nominal yang berbeda – beda tiap layanan. Ada yang menerapkan limit ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah.

6. Tenor

Tenor atau lamanya cicilan kartu kredit biasanya cenderung lebih lama hingga 1-2 tahun. Sementara tenor aplikasi Buy Now Pay Later hanya berlangsung selama beberapa bulan.

7. Diskon

Baik kartu kredit maupun aplikasi Buy Now Pay Later sering memberikan diskon dan cashback khusus di beberapa merchant yang bekerjasama atau saat momen – momen tertentu. Namun, jasa kartu kredit memiliki diskon khusus yang jarang dimiliki aplikasi pay later, di antaranya:poin reward yang ditukarkan dengan produk dari merchant, fasilitas gratis airport lounge, dan lain lain.

8. Kemudahan Akses

Layanan Buy Now Pay Later jauh lebih mudah diakses daripada kartu kredit. Karena kamu cukup mengakses aplikasi berbasis smartphone untuk mendaftar dan menggunakan layanannya. Contohnya, jika menggunakan aplikasi Atome. Cukup pindai kode QR dengan smartphone di merchant – merchant yang telah bekerjasama, atau checkout menggunakan metode pembayaran Atome saat belanja online. Jadi, tidak perlu kartu fisik atau sejenisnya.

Beda halnya dengan kartu kredit yang masih mengandalkan kartu fisik untuk membayar berbagai kebutuhan. Cara pendaftarannya juga belum full online. Karena umumnya, penyedia kartu kredit mengharuskan calon nasabah mendaftar langsung ke kantor cabang dengan membawa sejumlah dokumen fisik.

9. Universal Acceptance By Merchant

Penggunaan kartu kredit dan aplikasi Buy Now Pay Later hanya bisa dilakukan di merchant – merchant yang telah bekerjasama. Umumnya, kartu kredit lebih banyak digunakan untuk transaksi langsung di merchant. Sementara aplikasi Buy Now Pay Later lebih banyak ditemui sebagai metode pembayaran online di e-commerce tertentu. Namun, layanan Buy Now Pay Later kini juga semakin luas dengan menggandeng lebih banyak merchant yang memiliki gerai offline.

Manakah Yang Harus Dipilih: Kartu Kredit Atau Aplikasi BNPL?

Setiap orang mempunyai kecenderungan yang berbeda untuk memilih antara Buy Now Pay Later atau kartu kredit. Namun, kamu bisa memilihnya secara mudah dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan finansial. Berikut beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan.

1. Sesuaikan Dengan Penghasilan

Jika kamu memiliki pekerjaan yang cukup stabil dengan penghasilan lumayan besar, maka tidak akan sulit untuk mendapatkan layanan kartu kredit. Sebaliknya, jika pekerjaan dan penghasilan kurang stabil, kamu bisa mendaftar aplikasi Buy Now Pay Later yang lebih praktis.

2. Sesuaikan Dengan Urgensi Kebutuhan

Jika kamu membutuhkan layanan kredit tercepat dengan cara pendaftaran yang mudah, maka aplikasi Buy Now Pay Later adalah solusinya. Sebab, pendaftaran kartu kredit cenderung memakan waktu lebih lama untuk menyiapkan berbagai dokumen yang dibutuhkan.

3. Pertimbangkan Tenor, Bunga, Dan Biaya Lainnya

Jika membutuhkan layanan kredit dengan tenor lebih lama, kamu bisa menggunakan layanan kartu kredit yang menawarkan tenor hingga 2 tahun. Namun, pertimbangkan juga besarnya bunga dan biaya tambahan lainnya. Pastikan memilih layanan yang paling menguntungkan.

4. Sesuaikan Dengan Kebiasaan Belanja

Jika kamu lebih sering berbelanja secara online, sebaiknya gunakan aplikasi Buy Now Pay Later yang bekerjasama dengan banyak e-commerce. Atau kamu juga bisa mempertimbangkan dari beberapa merchant favorit yang sering kamu tuju. Cari tahu merchant – merchant tersebut menyediakan metode pembayaran dengan Buy Now Pay Later atau kartu kredit.

Tidak perlu bingung memilih aplikasi Buy Now Pay Later atau kartu kredit. Karena kini sudah ada Atome yang menyediakan layanan buy now pay later lebih baik dari kartu kredit atau aplikasi lainnya. Dengan menggunakan Atome, kamu bisa mendapatkan fasilitas cicilan 0% hingga 3 atau 6 bulan, tanpa DP dan tanpa biaya admin lainnya. Bahkan, kamu berkesempatan mendapatkan voucher diskon eksklusif dari 5.000 lebih merchant yang bekerjasama dengan. Tentunya, belanja jadi lebih hemat dan menguntungkan. Jadi, kamu pilih yang mana?

Kategori
Belanja Online

Pro kontra seputar layanan Buy Now Pay Later

Kehadiran layanan buy now pay later dirasakan memang membawa banyak kemudahan. Sekarang kamu tidak perlu mempermasalahkan dana setiap ingin membeli berbagai kebutuhan atau barang impian. Cukup manfaatkan aplikasi Buy Now Pay Later dan semuanya beres. Namun, beberapa orang menilai cara belanja seperti ini justru mendorong kebiasaan konsumtif. Padahal sebenarnya kamu tetap bisa mengontrolnya sesuai kebutuhan dan kemampuan. Sebaiknya ketahui pro kontra seputar layanan aplikasi Buy Now Pay Later berikut ini sebelum mulai menggunakannya.

Apa Itu Buy Now Pay Later?

Buy Now Pay Later adalah sebuah layanan pembayaran yang memungkinkan seseorang berbelanja berbagai kebutuhan tanpa mengeluarkan uang saat itu juga. Sistemnya mirip dana talangan, di mana pengguna bisa mendapatkan barang yang diinginkan dan membayarnya nanti dengan cara mengangsur. Berarti sama dengan berutang dong? Iya. Namun, aplikasi Buy Now Pay Later menerapkan beberapa ketentuan agar proses pengajuan cicilan lebih teratur dan terkontrol. Mulai dari sistem cicilan hingga ketentuan tenor atau lamanya masa angsuran.

Cara Kerja Aplikasi Buy Now Pay Later

Cara kerja aplikasi Buy Now Pay Later sebenarnya cukup sederhana. Pengguna cukup mendaftar dan menggunakan aplikasi Buy Now Pay Later melalui smartphone. Lalu kemudian kamu sudah bisa menggunakannya di berbagai merchant yang telah bekerjasama dengan aplikasi Buy Now Pay Later bersangkutan. Jadi, kamu hanya bisa memperoleh fasilitas pay later di merchant – merchant yang bekerjasama dengan aplikasi tersebut. Setelah berhasil mengajukan cicilan, maka kamu tak perlu lagi membayar total belanjaan di merchant tersebut. Cukup mengangsurnya melalui aplikasi Buy Now Pay Later sesuai ketentuan yang berlaku.

Keuntungan Dan Kerugian Buy Now Pay Later

Berbelanja menggunakan layanan buy now pay later membawa banyak keuntungan bagi penggunanya, antara lain:

  • Bisa membeli berbagai kebutuhan penting yang bersifat urgent, bahkan di saat tidak memiliki dana yang memadai.
  • Bisa membeli barang impian tanpa perlu menyiapkan keseluruhan dananya sekarang.
  • Belanja lebih hemat dengan mendapatkan banyak promo menarik dari merchant yang bekerjasama dengan aplikasi Buy Now Pay Later.
  • Memudahkan evaluasi dan pengelolaan uang bulanan dengan menyesuaikan jumlah tagihan per bulan.

Selain punya banyak keuntungan, aplikasi Buy Now Pay Later juga memiliki beberapa kelemahan jika tidak digunakan secara tepat, di antaranya:

  • Bisa jadi kamu akan memiliki utang yang menumpuk.
  • Mendorong kebiasaan konsumtif yang memungkinkan seseorang berbelanja tanpa memperhatikan kebutuhan dan kemampuan.

Cara Mudah Menggunakan Aplikasi Buy Now Pay Later

Cara menggunakan aplikasi Buy Now Pay Later sangatlah mudah. Bahkan kamu bisa mendaftar dan mulai menggunakan aplikasi Buy Now Pay Later hanya dalam waktu 3 menit saja. Seperti cara menggunakan aplikasi Atome yang hanya membutuhkan 3 langkah berikut ini.

1. Daftar Aplikasi

Download aplikasi Atome di App Store atau Google Play Store. Lalu daftar akun menggunakan email dan nomor HP aktif. Kemudian, lakukan verifikasi identitas menggunakan KTP dan swafoto atau selfie.

2. Belanja Di Merchant Yang Bekerjasama

Setelah berhasil melakukan pendaftaran akun, kamu bisa langsung menggunakan aplikasi Atome untuk berbelanja di berbagai merchant yang telah bekerjasama dengan Atome. Jika berbelanja langsung ke toko, pindai kode QR Atome di kasir. Sedangkan jika berbelanja secara online, pilih metode pembayaran Atome saat checkout.

3. Bayar Tagihan

Cek menu Tagihan di aplikasi Atome dan bayar tagihan belanja dengan cara mengangsurnya tiap bulan selama kurun waktu yang ditetapkan oleh Atome, yaitu selama 3 atau 6 bulan. Kamu juga bisa membayar total tagihan secara keseluruhan sekaligus.

Buy Now Pay Later VS Kartu Kredit

Banyak orang mengira aplikasi Buy Now Pay Later mirip dengan kartu kredit, karena sama – sama menyediakan fasilitas cicilan. Namun, kedua layanan ini memiliki beberapa perbedaan yang cukup mencolok, di antaranya:

1. Cara Pendaftaran

Pengajuan kartu kredit cenderung sulit. Karena mengharuskan nasabah datang langsung ke kantor cabang dan melampirkan banyak dokumen, seperti slip gaji, NPWP, dan lain lain.  Sementara cara pendaftaran aplikasi Buy Now Pay Later cukup dilakukan secara online melalui aplikasi di smartphone. Dokumen yang dibutuhkan pun biasanya hanya KTP.

2. Skor Kredit

Penyedia kartu kredit memberlakukan skor kredit tertentu untuk menilai kelayakan nasabah dalam memperoleh layanan kredit. Biasanya berdasarkan jenis pekerjaan, jumlah gaji, dan lain sebagainya. Sementara aplikasi Buy Now Pay Later tidak menerapkan skor kredit tersebut

3. Tenor Cicilan Dan Biaya Tahunan

Tenor cicilan kartu kredit biasanya cukup lama, bisa hingga 1 sampai 2 tahun. Namun, penggunanya harus membayar biaya tahunan yang cukup mahal mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Sementara aplikasi Buy Now Pay Later tidak menerapkan biaya tahunan tersebut. Dan juga biasanya tenor cicilan yang disediakan relatif lebih singkat, yaitu sekitar 6 bulan.

Dari tiga perbedaan di atas, dapat disimpulkan bahwa aplikasi Buy Now Pay Later cenderung lebih menguntungkan. Karena cara pendaftarannya lebih mudah dan praktis. Meskipun tenor cicilan yang disediakan lebih singkat, namun layanan Buy Now Pay Later tidak menerapkan biaya tahunan.

Tips Memilih Aplikasi BNPL Terbaik

Saat ini tersedia banyak aplikasi Buy Now Pay Later yang menawarkan fasilitas cicilan di berbagai merchant. Namun, jangan menggunakan banyak aplikasi Buy Now Pay Later sekaligus. Lebih baik memilih satu aplikasi saja, hal ini juga agar bisa memudahkan kamu saat membayar tagihan bulanan. Pilih satu layanan Buy Now Pay Later terbaik dengan memperhatikan beberapa kriteria berikut.

1. Memiliki Syarat Pendaftaran Yang Mudah

Pilihlah aplikasi Buy Now Pay Later dengan syarat pendaftaran yang mudah. Misalnya, cukup menggunakan aplikasi smartphone dan KTP, tanpa perlu melampirkan slip gaji, atau dokumen lainnya.

2. Mempunyai Sistem Cicilan Yang Fleksibel

Pilih layanan Buy Now Pay Later yang memberikan fasilitas cicilan fleksibel dengan tenor lebih lama, misalnya hingga 6 bulan. Sehingga kamu akan tidak keteteran saat mencicilnya.

3. Tidak Ada Biaya Tambahan

Pilih layanan Buy Now Pay Later dengan suku bunga rendah agar tidak memberatkan. Kalau bisa, sebaiknya pilih aplikasi yang tidak menerapkan biaya tambahan, seperti bunga, DP, atau biaya admin. Sehingga kamu cukup membayar tagihan sesuai nominal transaksi.

4. Telah Bekerjasama Dengan Banyak Merchant

Pastikan juga aplikasi Buy Now Pay Later yang kamu pilih telah bekerjasama dengan banyak merchant, terutama merchant – merchant yang sering kamu tuju.

5. Sering Mengadakan Promo Menarik

Supaya kamu bisa belanja lebih hemat, pilih aplikasi Buy Now Pay Later yang sering memberikan diskon atau promo menarik lainnya.

6. Memiliki Layanan Customer 24/7

Pilih aplikasi Buy Now Pay Later yang menyediakan layanan customer support selama 24/7 agar mampu memudahkan kamu saat ingin meminta bantuan teknis atau keperluan lainnya.

Sekarang kamu tidak perlu bingung lagi mencari aplikasi Buy Now Pay Later sesuai kriteria tersebut. Atome adalah layanan buy now pay later terkemuka yang memenuhi enam kriteria di atas. Cara pendaftarannya sangatlah mudah. Cukup download aplikasi di smartphone dan daftar hanya dengan menggunakan KTP. Aplikasi yang telah hadir di 8 negara Asia Tenggara dan Cina ini juga menerapkan sistem cicilan fleksibel hingga 3 atau 6 bulan. Kamu juga tidak perlu membayar biaya tambahan seperti DP, bunga, atau biaya admin. Cukup bayar tagihan sesuai nominal transaksi.

Menariknya lagi, Atome telah bekerjasama dengan 5.000 lebih merchant di berbagai kategori. Mulai dari elektronik, fashion, kecantikan, kebugaran, peralatan rumah tangga, serta kebutuhan gaya hidup lainnya. Termasuk brand – brand ternama seperti Zara, H&M, Buccheri, Sephora, Zalora, JD.ID, dan masih banyak lagi yang lainnya. Bahkan, kamu berkesempatan mendapatkan voucher diskon eksklusif dan berbagai promo menarik lainnya. Jika memiliki pertanyaan atau meminta bantuan teknis lainnya juga sangat mudah. Langsung hubungi tim customer support Atome via email selama 24/7. Mudah sekali bukan? Segera download dan gunakan sekarang juga.

Kategori
News

Atome Tidak Sekadar Opsi Pembayaran

Di antara para pelaku Buy Now Pay Later (BNPL) di Indonesia, Atome bisa dikatakan anak baru. Perusahaan bagian dari Advance Intelligence Group ini masuk di Indonesia pada September 2020 lalu. Selain Indonesia, Atome sudah hadir di pasar Asia seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, Vietnam, Filipina, Thailand, dan Tiongkok.

Setahun beroperasi di Indonesia, Atome telah bermitra dengan lebih dari 300 merchant online dan offline di 4000 toko. Beberapa diantaranya yakni MAP Group, Giordano Group, Zalora, Star Department Store, ALDO, Buccheri, Xiaomi, Agoda, dan lain-lain yang telah mencakup fashion, kecantikan, gaya hidup, peralatan rumah tangga, dan travel.

Melihat merchant yang berpayung di bawah Atome, rasanya wajar apabila 70% pengguna Atome didominasi usia 26-45 tahun dengan mayoritas pengguna perempuan. Terlebih Atome menyasar digital savvy yang tak jauh-jauh dari penggunaan smartphone untuk aktivitas sehari-hari termasuk berbelanja.

Layanan Atome dapat dintegrasikan ke dalam POS fisik, web, atau aplikasi. Dengan integrasi ini, Atome memiliki visi untuk memudahkan proses mengarahkan consumer datang ke toko. Cakupan pasar dan merchant yang luas ini disebut Atome dapat mendukung merchant untuk berkembang di seluruh wilayah, contohnya ketika Atome mendukung IUIGA berkembang dari Singapura ke Indonesia.

CEO Atome Wawan Salum mengatakan pengalaman sebagai bagian dari Advance Intelligence Group adalah pondasi teknologi manajemen risiko dan profil kredit milik Atome. Melalui teknologi ini, Atome dapat meminimalisir risiko kredit sekaligus mendorong perluasan inklusi keuangan.

“Kami menyadari bahwa risk management dan credit profiling sangat penting bagi BNPL di Indonesia, tidak seperti wilayah dewasa lainnya seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia. Oleh karena itu penting untuk memiliki teknologi yang kuat dan akurat untuk meminimalkan penolakan pada aplikasi dan transaksi,” jelas Wawan.

Saat pengguna mengunduh dan mendaftar melalui aplikasi seluler Atome, melalui proses eKYC dan pengisian informasi dasar, teknologi backend Atome akan menilai dan memproses secara akurat aplikasi dari pendaftar tersebut. Seluruh proses pendaftaran hingga checkout melalui aplikasi Atome membutuhkan waktu kurang dari 2 menit. Hal ini merupakan indikator kenyamanan dan transparansi yang dirasakan oleh pengguna.

Selain memperkuat merchant yang telah ada, Atome akan tetap mengambil peluang-peluang kemitraan yang ada. Sebab Atome juga berupaya untuk berperan sebagai enabler bagi para merchant.

Misalnya untuk merchant yang tidak memiliki pengetahuan teknologi, Atome menyediakan dukungan integrasi omni-channel melalui platform seperti Shopify, Woocommerce, dan penyedia layanan pembayaran lainnya untuk melakukan digitalisasi. Selain itu, itnegrasi ini juga bertujuan untuk mengarahkan traffic ke merchant online dan offline mereka.

Sebagai pelengkap, Atome memiliki analitik internal yang dapat diakses oleh mitra agar mereka mendapat pemahaman lebih mengenai demografi, traffic, dan perilaku pengguna. Juga, Atome bekerja sama dengan dengan merchant dalam kampanye marketing bersama di seluruh Asia. Kemudian untuk memperluas misi inklusi keuangan dan pengembangan ekosistem mitra dan konsumen, saat ini rupanya Atome telah memasuki tahun kesepuluh kemitraan strategis dengan StanChart.

“Kami terbuka untuk menjalin kemitraan lebih luas dalam rangka mendorong tumbuhnya konsumen digital. Salah satu perluasan pasar yang kami lakukan adalah menggandeng grup K-pop Astro sebagai global brand ambassador dan melakukan kampanye #OwnTheExtraordinary regional di Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina, dan Hong kong. Kampanye ini melibatkan salurah OOH, online, digital, sosial, dan aplikasi dengan serangkaian promosi interaktif,” ungkap Wawan.

Secara kolektif, Atome telah mencairkan US$ 1 miliar dengan lebih dari 15 juta transaksi di seluruh Asia. Pada semester I 2021, jumlah transaksi Atome meningkat lebih dari 10 kali lipat dibandingkan semester II tahun lalu. “Kami menargetkan kinerja yang baik di Semester II 2021. Kami juga terus mendukung pemulihan ritel terutama saat pandemi Covid-19 berlangsung,” ujar Wawan.